Nama beliau Said Alwi AlMusawwa. Lahir di Kandangan, 3 Mei 1933, Wafat 3 Mei 1993.
Bupati Tapin periode 1978-1983. Ayah beliau Ghasim bin Husin bin Mussayah (Mussayek?) bin Abdullah.
Ami Ahmad bin Ali Alaydrus (Tanjung) banyak memberi keterangan. Saya lagi mencari kerabatnya (keponakan beliau) yang bernama Ismet dan Abdullah di Banjarmasin. Ada yang bisa memberi info?
Friday, August 24, 2007
Wednesday, July 11, 2007
Said Muhammad AlHabsyi


Teks Foto:
SAYYID IDRUS BIN HASAN ALHABSYI (paling kiri) adalah makam tertua di Turbah Sungai Jingah, Banjarmasin. Beliau memiliki seorang putra Sayyid Hasan (makam paling kanan). Sayyid Hasan adalah Kapten Arab yang karena pengaruhnya di masyarakat oleh pemerintah Belanda digelari "raja tak bermahkota".
Teks Foto2:
SAYYID HASAN BIN IDRUS ALHABSYI (paling kiri) bersama rekan-rekan pejuang Banjar dalam perang melawan Belanda, tahun 1904.
Kemarin (Selasa, 10 Juli 2007) saya bersilaturahmi ke Said Muhammad AlHabsyi. Sehari-hari, warga Alalak Berangas ini menjabat sebagai Lurah di kawasan tempat ia tinggal. Ia memiliki leluhur seorang yang bernama Sayid Idrus bin Hasan AlHabsyi.
Sayid Idrus adalah kepala orang Arab di Banjarmasin. Pada tahun 1863 ia menjadi anggota Dewan Pengadilan di Banjarmasin (sebuah lembaga mewakili pemerintah pusat yang merupakan bentukan Belanda pasca dihapuskannya kesultanan Banjar pada tahun 1860).
Sayid Idrus AlHabsyi menikah dengan kerabat kesultanan Sambas yang bernama Noor (makamnya ada di dalam Kompleks Masjid Noor, Jalan Pangeran Samudera, Banjarmasin). Dari perkawinan mereka lahir Sayid Hasan, yang kelak menggantikan sang ayah menjadi Kapten Arab di Banjarmasin.
Sayid Idrus meninggal dunia di Banjarmasin tahun 1296 H (1876 M) dan bermakam di Turbah Sungai Jingah. Idrus diyakini sebagai habaib pertama yang bermakam di alkah khusus sayid dan syarifah itu.
Sayid Hasan bin Idrus Al-Habsyi mempunyai 2 putra dan 3 putri, masing-masing: Sayid Husin, Sayid Abubakar, Syarifah Sehah, Syarifah Aisyah, Syarifah Noor .
Sayid Husin menikah dengan wanita Banjar bernama Intan dan mempunyai 4 anak perempuan yakni Syarifah Sidah, Syarifah Salmah, Syarifah Mastora dan Syarifah Maryam.
Sedang Abubakar, anak Sayid Hasan dengan perempuan di Alalak menurunkan anak cucu Al-Habsyi di Alalak Berangas. Salah satunya adalah Said Muhammad, sang lurah tersebut. Silsilah Said Muhammad sebagai berikut: Ayahnya Abdurrahman bin Agil bin Abubakar AlHabsyi.
Menurut Said Muhammad, keturunan Abubakar tidak ada yang kaya raya. Itu karena sang datuk, tidak meminta warisan kekayaan duniawi kepada Sayid Hasan Kapten Arab. Melainkan hanya warisan ilmu.
Monday, July 2, 2007
Balada Acil
Sehari-hari lelaki yang memiliki sorot mata tajam ini dapat ditemui di Jalan Pahlawan. Acil, demkian ia dipanggil, mempunyai usaha pembuatan pupuk kandang organik. Tiap hari tangannya tak lepas dari butiran tanah berwarna kehitaman.
Acil meramu sendiri ramuan pupuknya. Pangkalan pupuknya ramai dikunjungi pembeli. Selama perbincangan dengannya di suatu Minggu siang, tak henti-henti konsumen memesan pupuk buatan lelaki yang pernah merantau ke Jakarta dan Pulang Bangka ini.
"Kada katangkisan tu pang," katanya. Maksudnya, pembeli datang silih berganti.
Menurut pemilik nama asli Abdillah bin Salim AlKaff ini, kunci menghadapi pembeli adalah pelayanan. Ia tak sekadar ngomong. Tapi membuktikan sendiri ucapannya. Tiap pesanan datang, dengan senang hati Acil mengantarkan pupuk yang telah dibeli ke kendaran milik konsumennya. Tak lupa, ia memasangkan sehelas kertas koran bekas di bagian kendaraan tempat menaruh pupuk.
"Saya pernah gagal dalam pekerjaan-pekerjaan sebelumnya. Saya pelajari, ternyata selama ini saya tidak memperlakukan mereka (pembeli, red) dengan baik. Pekerjaan itu, apapun bidangnya, harus dijiwai. Yang kedua, saya terus belajar, belajar, belajar untuk mengetahui letak kekurangannya di mana," tutur bapak enam anak yang tinggal di Basirih ini.
Friday, June 29, 2007
Keluarga Alawiyin
Dari Jalan Kampung Melayu, setelah mencapai perempatan Simpang Sungai Mesa, Jalan Pahlawan dan Kabel, berbeloklah ke kiri ke Simpang Sungai Mesa. Di barisan rumah sebelah kanan jalan dapat ditemui keluarga Alawiyyin berfam Assegaf dan Ba'abud. Setelah mencapai pertigaan mau keluar Jalan Pecinan-Seberaang Masjid, ada lagi keluarga Assegaf, Alaydrus dan AlKaff. So, mulai dari mana? Mungkin dari Ibrahim AlKaff, atau Habib Abdurrahman Assegaff.
Perkampungan Sungai Mesa dibangun seorang pemuda Mahesa Jaladeri? Ceritanya mirip Jaka Tingkir. Kalau nggak salah, pemuda Mahesa ini menundukkan banteng mengamuk. Adakah keturunan sang tokoh yang hingga kini bermukim di daerah ini?
Thursday, June 28, 2007
Sungai Mesa
Wednesday, April 4, 2007
sayyid
Sayyid ternyata banyak di Tanah Banjar. Menarik jika membedah Kampung Sungai Mesa. Saat ini di kawasan pemukiman tua urang Banjar ini terdapat beberapa keluarga Sayyid. Sejak kapan kehadiran mereka? Dari mana datangnya? Mengapa memilih tinggal di daerah ini? Di sini dulu salah satu pusat kota, tempat tinggal kerabat bangsawan Banjar? Lokasinya sih persis di tepi Sungai Martapura. Sungai yang saat ini masih menjadi urat nadi penting lalu lintas air di Kota Seribu Sungai.
Subscribe to:
Posts (Atom)